POSITIVE THINKING

Standard

A.   D????????????????efinisi Berpikir Positif

Elfiky menyebutkan bahwa proses berpikir berkaitan erat dengan konsentrasi, perasaan, sikap, dan perilaku. Berpikir positif dapat dideskripsikan sebagai suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada sudut pandang dan emosi yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi (Elfiky, 2008, h.269).

Berpikir adalah kegiatan akal budi yang sangat aktif mengajukan berbagai pertanyaan dan kemudian meresponsnya dengan jawaban-jawaban. Hal itu bisa berupa penjelasan, pertimbangan, analisis, kesimpulan, bahkan sebuah keputusan. Ada yang berwujud ide, ada pula yang langsung berwujud kenyataan menjadi sebuah realitas. Keduanya disebut buah pikiran.
Ada dua jenis berpikir, yaitu: pertama, berpikir yang benar-benar berpikir sebagai suatu kegiatan akal budi (yang luhur). Kedua, berpikir dalam arti menghitung yang hanya berhenti pada aspek kuantitatif dari realitas.
Secara harfiah berpikir positif adalah kegiatan akal budi yang bermanfaat, yang mewujudkan suatu tindakan keputusan atau karya yang berguna tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain, dan kemaslahatan orang banyak. Hal tersebut adalah sesuatu yang tidak dapat dihitung secara kuantitatif.
Berpikir positif bukanlah suatu yang bekerja secara parsial dalam diri manusia karena berpikir positif hanya tercetus dari budi pekerti yang luhur. Melatih diri untuk berperilaku luhur adalah pekerjaan pertama yang harus dilakukan sebagai wadah dari berpikir positif.

Hidup kita ditentukan oleh pikiran ~ Marcus Aurelius
Sel-sel di dalam tubuh anda akan menerjemahkan apa yang ada dalam pikiran bawah sadar anda ke dalam sebuah gerakan atau suatu mekanisme. Misalnya ketika pikiran bawah sadar anda sedang bersedih, maka sel-sel tubuh anda membentuk suatu mekanisme otomatis sehingga muncullah reaksi fisik pada tubuh anda, misalnya menangis. Sel-sel tubuh anda tidak bisa membedakan apakah anda betul-betul bersedih atau tidak. Misalnya anda bisa menangis hanya karena menonton sebuah film tragedi, padahal tragedi tersebut tidak menimpa anda.
Mekanisme otomatis ini akan terus bekerja untuk berbagai hal lainnya tergantung apa yang sudah anda programkan dalam pikiran bawah sadar anda melalui pikiran sadar anda. Sel-sel di dalam tubuh anda membentuk suatu mekanisme berdasarkan panduan atau perintah dari pikiran bawah sadar anda.
Pikiran anda harus terbiasa untuk selalu positif, dan anda akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan Cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri anda akan menarik orang lain bergabung dengan anda. Mereka tidak akan membiarkan anda berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Justru dengan senang hati akan menemani dan membantu anda melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup anda akan menjadi lebih menyenangkan.

B.     Manfaat Berpikir Positif quvjdfxvtz-pv1700daeb540410f2

Peneliltian terhadap efek berpikir positif mulai dikembangkan oleh para pakar psikologi positif saat ini. Penelitian Herabadi (2007, h.23) juga membuktikan adanya hubungan kebiasaan berpikir secara negatif dengan rendahnya harga diri. Berpikir positif juga membuat individu mampu bertahan dalam situasi yang rawan distres (Brissette dkk. dalam Kivimaki dkk, 2005, h.413). Selain itu, Fordyce (dalam Seligman dkk, 2005, h. 419) juga menemukan bahwa kondisi psikologis yang positif pada diri individu dapat meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan beragam masalah dan tugas. Berpikir positif juga membantu seseorang dalam memberikan sugesti positif pada diri saat menghadapi kegagalan, saat berperilaku tertentu, dan membangkitkan motivasi (Hill & Ritt, 2004, h. 175).Sugesti merupakan rangkaian kata maupun kalimat yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan pengaruh sesuai dengan makna yang ditangkap dari penyampaian kalimat tersebut. Jadi, hal terpenting dari penanaman sugesti adalah dari kata-kata yang anda sampaikan: apa, kapan, dan sesering apa anda menyampaikannya.

 C.    Ciri-ciri Orang Yang Berpikir Positif

Berpikir positif bukan berarti tidak berhati-hati, keduanya bisa berjalan dalam waktu yang bersamaan tanpa melibatkan satu sama lain.

  1. Melihat   masalah sebagai tantangan
    Bandingkan dengan orang yang melihat   masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling   sengsara sedunia.
  2. Menikmati   hidupnya
    Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima   keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai   hidup yang lebih baik.
  3. Pikiran   terbuka untuk menerima saran dan ide
    Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
  4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas   di benak Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa   menimbulkan masalah.
  5. Mensyukuri   apa yang dimilikinya
    Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa   yang tidak dipunyainya.
  6. Tidak   mendengarkan gosip yang tak menentu
    Sudah pasti, gosip berkawan baik   dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada   juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
  7. Tidak   bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
    Pernah dengar pelesetan   NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
  8. Menggunakan bahasa positif
    Maksudnya, kalimat-kalimat   yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan   “Dia memang berbakat.”
  9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
    Di antaranya   adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif,   atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias,   dan ‘hidup’.

10. Peduli   pada citra diri
           Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan   hanya di luar, tapi juga di dalam

 D.    TERAPI BERPIKIR POSITIFRahasia-Sukses-Lebih-Cepat-Dengan-Berpikir-Positif-Islami

Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif ~ W.W. Ziege
Hidup yang anda jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan, dan pilihan anda. Jika anda rela menerima tantangan berarti anda telah merintis perubahan, kemajuan, dan perkembangan. Ada tiga kekuatan yang menjadi sumber keseimbangan dan berpikir positif dalam hidup. Jika salah satu tidak ada, maka anda akan mudah berpikir negatif. Tiga kekuatan ini terdiri dari: keputusan, pilihan, dan tanggung jawab. Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Jika dipisahkan maka akan terjadi ketidakseimbangan yang mengundang frustrasi sehingga anda akan mencela, mengkritik, dan membanding-bandingkan.
Konsentrasi dan pikiran anda menjadi negatif dan akan melahirkan perasaan dan kenyataan hidup yang negatif. Pada dasarnya sebagian besar orang memilih pikiran, konsentrasi, dan perilakunya. Setiap keputusan yang diambil adalah hasil pilihannya. Persoalannya terletak pada keberanian bertanggungjawab. Bisa jadi seseorang menyadari dirinya sengsara, tapi tidak tahu bahwa kesengsaraannya merupakan hasil pikiran dan pilihannya sendiri hingga ia tidak merasa harus bertanggungjawab. Itu sebabnya ia akan mencela orang lain berdasarkan perasaannya, membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, dan menyalahkan nasibnya.
Pengetahuan adalah kekuatan. Pengetahuan anda tentang apa yang terjadi di dalam diri akan membantu anda untuk melakukan perubahan dan kemajuan di jalan yang benar. Anda tidak akan menjadi mangsa perasaan negatif yang mengganggu perasaan jiwa dan raga.

E. Contoh Kasus

Ketika SMA saat menghadapi UN dan SNMPTN timbullah rasa tidak percaya diri, takut akan gagal, tapi di satu sisi mempunyai keinginan untuk berhasil, bisa membanggakan orang tua, dan lulus dengan nilai yang bagus. untuk bisa mewujudkan keinginan tersebut, perlu adanya dukungan baik dari orang tua, sahabat, guru, teman, dll. Seperti di beri pengarahan dari guru dan orang tua tentang berpikir positif timbullah rasa percaya diri dan keyakinan dari dalam diri sendiri bahwa “saya bisa ” atau “saya pasti bisa” sukses. berpikir positif tidaklah harus berprasangka baik terhadap sesuatu hal, tapi yakin bahwa suatu masalah pasti ada jalan keluarnya. Dengan adanya itu semua dalam diri kita, maka takut akan gagal dapat terhindar, melainkan makin semangat untuk menghadapi tantangan, karena yakin adanya solusi dalam suatu masalah

 

  Referensi

  1. http://www.secapramana.com/isi/dahsyatnyapikiranpositif.htm
  2. http://www.mail-archive.com/pengembangan-kepribadian@yahoogroups.com/msg00042.html
  3. http://ejournal.undip.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2958/2644
  4. Windy Dryden and Jack Gordon 1990
Advertisements